Sering kegagalan pelamar pekerjaan tidak terletak pada kemampuan akademisnya, melainkan pada aspek “mental” nya.

Kegagalan 1 : Sewaktu seorang pencari kerja kami tanya, sudah berapa banyak lamaran yang dibuat ? Jawabannya, sudah banyak sekitar 10 buah lamaran. Sewaktu dijelaskan bahwa ada pelamar yang membuat lamaran sampai 100 bahkan 1000 buah, baru mereka terperangah bahwa mereka pikir sudah berbuat banyak, tetapi sesungguhnya baru mulai. Semakin banyak surat lamaran yang Anda buat, semakin besar peluang Anda, baik dari jenis pekerjaan maupun skema insentif yang ditawarkan.

Kegagalan 2 : Sudah berapa “cara” yang mereka lakukan ? Jawabannya tergantung iklan di surat kabar. Padahal mereka bisa memburunya di internet, buku direktory, Yellow Pages, tanya teman, dsb. Kelemahan melalui iklan lowongan, biasanya jumlah pelamar terlalu banyak, sehingga lamaran Anda harus betul betul “sexy” agar dapat menarik perhatian HRD manager.

Kegagalan 3 : Hanya mengandalkan pada iklan lowongan kerja. Padahal membuat lamaran, tidak harus tergantung pada ada tidaknya iklan. Pada perusahaan yang tertib administrasi, biasanya data lamaran Anda disimpan dan digunakan sewaktu waktu jika diperlukan. Keuntungannya, saingan Anda tidak terlalu banyak.

Kegagalan 4 : Jangan “curhat” apalagi “mengemis” disurat lamaran Anda. Surat lamaran Anda akan langsung diteruskan ke tong sampah pada kesempatan pertama. Juallah “diri” Anda, kelebihan kelebihan dan prestasi Anda. Berikan alasan mengapa perusahaan harus menggunakan Anda.

Kegagalan 5 : Format Curriculum Vitae (CV) sangat kuno. Jangan gunakan form CV yang dijual di toko buku. Korbankan sedikit uang Anda untuk membuat format surat lamaran dan CV di rental komputer. Kecuali sebagai persyaratan, lamaran menggunakan tulisan tangan sudah tidak lazim. Pinjam contoh contoh surat lamaran ataupun CV pada teman yang punya saudara asisten manajer ataupun manajer. Biasanya formatnya sudah cukup mengikuti perkembangan terakhir. Tidak semua perusahaan mensyaratkan surat kelakuan baik ataupun surat keterangan dokter, kalaupun diminta biasanya dapat disusulkan setelah Anda diterima. Demikian pula surat lamaran tidak perlu dibuat diatas materai, kalaupun Anda harus membuat pernyataan di atas materai biasanya setelah Anda dinyatakan diterima.

Kegagalan 6 : Format CV berantakan. Susun CV Anda dalam format yang fokus, sesuai dengan bidang pekerjaan yang Anda inginkan. Pengalaman pekerjaan Anda yang terlalu beragam mengindikasikan ketidak seriusan Anda dalam bekerja, hilangkan bagian bagian yang tidak relevan. Tetapi jika berhubungan dengan pengalaman berorganisasi ataupun keterampilan individu dapat Anda masukkan sebagai nilai tambah.

Kegagalan 7 : Memilih jenis pekerjaan asal asalan. Pilih jenis pekerjaan yang betul betul Anda sukai. Ketertarikan Anda pada jenis pekerjaan akan memberikan hasil yang maksimal pada psikotes dan memberikan antusias yang alami dan terpancar sangat kuat pada waktu wawancara.

Kegagalan 8 : Gagal berkomitmen terhadap jadwal tes ataupun wawancara. Pastikan jadwal tes atau wawancara Anda benar benar longgar. Apabila berbenturan dengan jadwal pribadi ataupun pekerjaan, sebaiknya di klarifikasi dengan pihak HRD Manager, jika perlu buat jadwal baru pada hari dan jam yang berbeda. Keterus terangan Anda mengesankan sikap jujur Anda. Seorang HRD Manajer profesional biasanya sangat terbuka dalam hal penyesuaian jadwal.

Kegagalan 9 : Hindari penampilan yang mengundang syahwat. Anda sedang mencari pekerjaan, tidak sedang mencari jodoh.

Kegagalan 10 : Pada waktu wawancara jangan hanya mengambil posisi pasif. Menjawab hanya jika ditanya. Biarkan pewawancara banyak bertanya terlebih dahulu, setelah itu mulailah Anda ganti bertanya. Tunjukkan seolah olah Anda seseorang yang ingin tahu dan punya inisiatif, tetapi jangan berlebihan. Hindari jawaban yang memutar, karena Anda tidak sedang di wawancarai wartawan. Sebisa mungkin jawab langsung sesuai pertanyaan (mengesankan Anda adalah pribadi yang tegas) dan kemudian berikan alasan alasannya.

Kegagalan 11 : Kompetensi yang tidak sesuai ! Tidak diterimanya Anda, bisa jadi bukan karena ketidak mampuan Anda, melainkan karena perbedaan kompetensi Anda, dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

Kegagalan 12 : Anda menyerah ! Ambil hikmah dan teruslah membuat lamaran. Karena “pekerjaan” seorang penganggur adalah “terus menerus membuat lamaran”.