Pernah baca ? MHMMD, singkatnya. Buku ini ditulis Ibu Marwah Daud Ibrahim. Dalam bukunya itu, Bu Marwah mengajarkan kita untuk “mengelola” hidup kita dengan baik dan “merancang” masa depan kita menjadi lebih baik dari yang sebelumnya.

Tips mudah yang diberikannya adalah : Kita membuat Planning Hidup. Ambillah selembar kertas yang agak besar (kira-kira ukuran A3) kemudian mulai menulis.

Apa yang ditulis?

1. Tulislah tahun kelahiran anda sampai waktu kira-kira anda akan dipanggilNya. Memang, tidak ada yang pasti disini dan kita juga nggak bisa tebak atau nentuin kapan kita mati, tapi setidaknya sebagai sebuah rancangan, hal ini nggak mengapa. Kira-kira, kita sebagai umat nabi Muhammad itu umurnya nggak jauh dari 63 tahun. So, tulislah tahun kelahiran anda sampai di umur 63 atau taruhlah 70 tahun atau 80 tahun!

2. Masing-masing tahun itu berada dalam kotak. Jangan lupa, buat kotak-kotak duluan. Misalkan 63 kotak, 70 atau 80 kotak.

3. Tulislah tahunnya di atas kotak. Tetap dalam kotaknya.

4. Dalam tiap kotak, tulislah beberapa hal dibawah ini :

–pengalaman yang sangat berpengaruh dalam diri anda sampai sekarang. Contoh, Saya pernah ditabrak motor waktu masih kecil dan itu berpengaruh pada psikologi saya, maka tulislah pengalaman itu. Contoh lain, kamu lahirnya waktu gunung meletus! Jadi, tulis yang berpengaruh.

–tulislah yang kamu masih ingat aja. Moment penting seperti kamu belajar mengaji, masuk sekolah dasar, SMP, SMU, kuliah, dapat penghargaan, dll.

Nah, dalam proses menuliskan masa lalu kita itu namanya “FLASH BACK”. Kembali ke belakang. Ingat-ingatlah pengalamanmu. Kemudian, ketika kamu tiba di tahun sekarang dan hendak menulis tahun depan yang kita belum tahu, maka buat rancangan kita alias PLANNING HIDUP kamu.

Rancanglah tahun-tahun dari masa depan kita dengan mempertimbangkan pengalaman masa lalu. Misal, kamu itu orangnya kurus banget dan agak sakit-sakitan! Trus, kamu kepengen jadi polisi atau tentara. Yah, mikir-mikir juga donk. Kira-kira pas nggak? Jadi, jangan asal buat cita-cita tanpa melihat talenta kamu di masa lalu.

Tapi, kita jangan juga merendahkan diri. Misal, kita nggak pernah juara dulunya. Sekarang mau buat planning masa depan. kita jangan rendahkan dulu potensi diri. Kalo orang bilang kita bodoh, maka kita harus buktikan bahwa kita itu nggak seperti yang mereka kira. Iya donk, jangan sampe kita terjebak dengan kritikan atau hinaan orang. Anggap aja hinaan itu sebagai–mengutip kata mas Gegge “kripik pedas”–yang akan melejitkan talenta kita.

Jadi, mulailah rancang masa depan. Misalkan sekarang kita kuliah, rancanglah kapan kita menikah, kapan kerja, kapan punya anak, dan berapa anak rencana kita, dan apa rencana terbesar kita dalam hidup ini. Buatlah, dan insya Allah masa depan akan menjadi milik kita!

Insya Allah saya sedang menjalankan proses dari rencana hidup yang saya telah buat.

Doakan yah……..(Insya Allah kita sama-sama saling mendoakan!!!)