2597hi.jpg”Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal” (QS. Ali-Imran 136)

Buah dari amal yang benar adalah prestasi di dunia…yah setidaknya itulah yang tertangkap dari indra ini dari perkataan sang sufi terdahulu. Berbicara tentang mereka tidak akan ada ujungnya….dari yang berkutat dengan teori dan retorika belaka hingga sang maestro aplikatif kehidupan….otak mereka sama, makanan mereka sama, IQ mereka berbeda tapi sama, namun outputnya berbeda. Suatu konsep statistika. Mereka punya gaya masing-masing dalam bertarung dengan waktu pada setiap episode yang yang harus dimainkan. Sekarang kita berada dalam perjalanan yang real yaitu kehidupan. Ada yang mengatakan bahwa kehidupan dunia ini adalah perjalanan yang semu, dunia ini hanya sementara saudaraku..???, ada yang bercita-cita menjadi orang yang baik-baik….dan ah banyak sekali…..


Ok, saudaraku. Sebagai seorang muslim, kita pasti sudah tahu tentang konsep ketawazunan, amal, tentang syariat-Nya…memang dunia adalah semu dan memiliki cita-cita menjadi orang baik adalah sebuah pilihan yang mulia, tidak ada yang salah pada keduanya….lantas apakah dengan seperti itu dapat dikatakan hebat…???! saya rasa dunia ini adalah nyata dan menghendaki sesuatu yang nyata pula. Ternyata sebuah simpul penghalang itu terdapat dalam diri kita, dari sudut mana kita memandang….tahu tidak betapa sulitnya dan kompleksnya kehidupan ini…dari satu sisi kita menjadi harapan keluarga ini dan harus diwujudkan, sementara saya yakin bahwa kewajiban-kewajiban lain lebih banyak dari waktu yang kita miliki untuk kita selesaikan. Tapi apapun bentuknya tetap harus kita hadapi…..apapun makanannya minumannya ya teh sosro, apapun permasalahannya ya harus kita hadapi….

Ada yang mengatakan bahwa sebelum mereka mengenal kita, kita adalah bukan apa-apa mereka, tetapi setelah mereka mengenal kita, kita akan menjadi apa-apa dari mereka…wah..wah monopoli sekali sih, tapi..,salahkah??? Tanyalah pada rumput yang bergoyang saudaraku..!!!, saya pernah mendengar perkataan dari seseorang yang bergelut di perbatasan teoritis…entah saya lupa tokohnya, beliau berkata,”milikilah motivasi itu, sebab dia yang akan mengantarkanmu menuju apa yang kamu inginkan dalam hidup ini, baik dalam keadaan sadar maupun tidak”…sepakat? betapa hebatnya motivasi itu. Iya..ya apa artinya hidup ini jika kita tidak memiliki motivasi. Beliau juga mengatakan bahwa manusia itu bersifat Omnipotent, Unlimited expandable, memiliki hati dan perasaan. Omnipotent berarti bahwa kita sebagai manusia memiliki potensi yang sangat banyak sekali. Potensi yang terkadang kita sendiri sering tidak menyadarinya, hanya sedikit mungkin yang dapat kita sadari. Ingat filosopi gunung es? Itulah potensi kita, yang tampak dipermukaan adalah sebagian kecil dari diri kita, padahal masih banyak potensi-potensi kita jauh didasar gunung es, jauh di dalam lubuk hati kita, maka selamilah dan temukan potensi itu. Unlimited expandable bahwa kita tidak memilki batas dalam membuat hasil inovasi karya terbesar dan tentunya manusia itu bukan seperti binatang, kita adalah seorang da’i sebelum segalanya, seorang da’i punya hati , pikiran dan perasaan, jika dia kembali pada keadaan yang fitrah. Dan itulah kita…

Orang yang hebat adalah orang yang mampu membumi-bahasakan sesuatu hal yang tidak kongkret, mampu mengejawantahkan sebuah nilai amal menjadi tatanan prestasi kongkret didunia, mampu menyederhanakan permasalahan….dan tentunya dia memiliki motivasi dalam hidup ini. Jika ada yang bertanya apa cita-cita anda, maka jawablah bahwa saya akan menjadi seorang yang hebat dengan penuh optimis dan itu akan berjalan baik dalam keadaan sadar maupun tidak…..dan saya rasa itu kongkret. Lalu bagaimana dengan tanggapan bahwa dunia ini semu…??? Jadi teringat sang manusia hebat yang unik sekali..dan ini saya jadikan sebagai penutup dibawah tulisan saya ini. Saya tahu apa yang saya tulis ini belum kongkret, tetapi saya ingin mengajak saudaraku semua untuk membumi-bahasakan dan mengejewantahkannya someday, You will

”Jika ada sebutir biji palem ditanganmu, maka tanamlah walaupun esok hari akan terjadi kiamat”